Tuesday, May 6, 2025

Gramedia Jalma Resmi Dibuka di Blok M, Usung Konsep Toko Buku dan Kafe


Jakarta (6/6/2025) – Gramedia membuka cabang terbarunya bertajuk Gramedia Jalma di kawasan Melawai, Blok M, Jakarta Selatan, pada awal Juni 2025. Berbeda dari toko Gramedia konvensional, gerai ini mengusung konsep hybrid yang memadukan toko buku, ruang baca, dan kafe dalam satu lokasi.

Berada di Jl. Melawai 3 No.12–18, Gramedia Jalma tampil dengan interior modern dan suasana hangat yang mendukung kegiatan literasi dan produktivitas. Di dalamnya tersedia deretan rak buku, spot membaca, serta kafe Kopi Aloo yang terintegrasi langsung dalam area toko.

Manajemen menyebutkan bahwa konsep ini dihadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat urban yang semakin gemar membaca dan bekerja di ruang publik dengan suasana nyaman.

Kehadiran Kopi Aloo di dalam Gramedia Jalma memperkuat fungsi tempat ini sebagai coworking space informal. “Meja panjang ini kerap dimanfaatkan pengunjung untuk bekerja hingga berdiskusi,” ujar Ubay, Manajer Operasional Kopi Aloo, dikutip dari Kompas.com, Jumat (6/6/2025).

Fasilitas yang tersedia mencakup akses listrik di area duduk, koneksi internet, dan beberapa spot semi-privat yang dapat digunakan untuk rapat atau kegiatan kelompok. Menu yang ditawarkan Kopi Aloo pun bervariasi, mulai dari Americano, Es Kopi Susu Aloo, hingga Aloo Latte, yang dapat dipesan sambil menikmati suasana toko.

Toko ini buka setiap hari. Pada hari kerja, jam operasional dimulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, sementara di akhir pekan dibuka lebih awal mulai pukul 09.30 WIB. Sejak pertama kali dibuka, Gramedia Jalma mulai ramai dikunjungi pelajar, pekerja, hingga keluarga yang mencari ruang baca alternatif di tengah kota.

Kehadiran Gramedia Jalma di Blok M dinilai menambah pilihan ruang publik yang mendukung budaya membaca, sekaligus memperkuat kawasan Melawai sebagai destinasi kreatif dan literasi di Jakarta Selatan.

Komunitas Salihara Menjadi Pusat Seni dan Intelektual di Jakarta

 

Foto: Alinear.com

Di tengah hiruk-pikuk ibu kota, Komunitas Salihara hadir sebagai oase bagi para pencinta seni dan pemikir bebas. Didirikan pada 8 Agustus 2008 oleh Goenawan Mohamad bersama rekan-rekannya, komunitas ini menjadi pusat kesenian multidisiplin swasta pertama di Indonesia. Berlokasi di Jalan Salihara No. 16, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Komunitas Salihara tidak hanya menjadi tempat pertunjukan seni, tetapi juga ruang dialog dan refleksi intelektual.

Cikal bakal Komunitas Salihara berakar dari Komunitas Utan Kayu yang didirikan pada tahun 1994. Komunitas ini merupakan wadah bagi sastrawan, seniman, wartawan, dan intelektual yang ingin memelihara kebebasan berpikir dan berekspresi. Dengan semakin berkembangnya aktivitas seni dan budaya, kebutuhan akan ruang yang lebih representatif mendorong pendirian Komunitas Salihara.

Komunitas Salihara mengusung semangat untuk menjaga kebebasan berpikir dan berekspresi, menghormati perbedaan, serta menumbuhkan dan menyebarkan kekayaan artistik dan intelektual. Dalam menjalankan misinya, komunitas ini membuka ruang bagi berbagai bentuk kesenian dan pemikiran, menjadikannya sebagai tempat bertemunya beragam latar belakang dan ide.

Kompleks Komunitas Salihara terdiri dari beberapa bangunan utama, termasuk Teater Salihara, Galeri Salihara, dan Anjung Salihara yang mencakup Studio Tari, Studio Musik, Wisma Seni, Teater Anjung, serta ruang serbaguna dan perkantoran. Salah satu fitur uniknya adalah teater Black Box yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pertunjukan, dilengkapi dengan sistem pencahayaan canggih dan kapasitas penonton sekitar 400 orang.

Komunitas Salihara menyelenggarakan berbagai program seni dan budaya secara rutin, antara lain:

·       SIPFEST (Salihara International Performing Arts Festival): Festival seni pertunjukan internasional yang menampilkan berbagai pertunjukan dari dalam dan luar negeri.

·       LIFEs (Literature & Ideas Festival): Festival sastra dan ide yang menghadirkan diskusi, pameran, dan pertunjukan yang mengeksplorasi hubungan antara sastra dan pemikiran.

·       Helateater dan Helatari: Program dua tahunan yang memberikan ruang bagi pelaku teater dan tari untuk menampilkan karya mereka, seperti tema "Teater Objek" dalam Helateater 2023.

·       Jazz Buzz Salihara: Konser musik jazz yang menampilkan musisi ternama Indonesia, seperti Tohpati Bertiga dan Sri Hanuraga.

·       Seri Kuliah Umum Salihara: Kelas dan diskusi yang membahas berbagai topik, termasuk filsafat dan isu-isu kontemporer.

Komunitas Salihara juga dikenal dengan program edukasinya, seperti kelas filsafat yang membahas hubungan antara manusia dan dunia digital. Kelas ini mengajak peserta untuk memahami perubahan dan kenyataan masa kini melalui perspektif filsafat, dengan materi seperti "Zen, Ilusi Ego dan Internet" serta "Nietzsche dan Cyborg".

Sebagai pusat seni independen, Komunitas Salihara berkomitmen untuk memelihara kebebasan berpikir dan berekspresi. Dengan membuka ruang bagi berbagai bentuk kesenian dan pemikiran, komunitas ini menjadi tempat bertemunya beragam latar belakang dan ide, menciptakan lingkungan yang inklusif dan dinamis.

Komunitas Salihara telah membuktikan dirinya sebagai pusat seni dan budaya yang tidak hanya menampilkan pertunjukan berkualitas, tetapi juga menjadi ruang dialog dan refleksi intelektual. Dengan berbagai program dan fasilitasnya, komunitas ini terus berkontribusi dalam memperkaya kehidupan seni dan budaya di Jakarta, serta menjaga semangat kebebasan berpikir dan berekspresi

 

Goodreads Indonesia Jadi Rumah Hangat Bagi Pecinta Buku


 Di era digital yang serba cepat ini, minat baca masyarakat Indonesia menghadapi tantangan besar. Namun, di tengah arus informasi yang deras, muncul komunitas-komunitas yang berupaya menjaga semangat literasi tetap hidup. Salah satunya adalah Goodreads Indonesia (GRI), sebuah komunitas pembaca dan penulis aktif yang telah menjadi wadah bagi para pecinta buku untuk berbagi, berdiskusi, dan berkolaborasi.

Goodreads Indonesia didirikan pada 7 Juni 2007 oleh Femmy Syahrani. Tujuan utamanya adalah mengumpulkan para pembaca buku berbahasa Indonesia yang ingin mendiskusikan buku-buku tersebut serta mengupayakan pengumpulan buku-buku berbahasa Indonesia. Komunitas ini tidak ingin berhenti sebagai komunitas pembaca pasif, melainkan berkehendak menjadi komunitas pembaca aktif yang diwujudkan dalam pelbagai kegiatan baik di dunia maya maupun nyata.

GRI secara rutin mengadakan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan anggotanya. Beberapa program unggulan yang telah dilaksanakan antara lain:

Tantangan Baca Bulanan: Setiap bulan, GRI mengadakan tantangan membaca dengan tema tertentu, seperti membaca buku puisi, buku klasik, atau karya dari penulis dengan nama pena. Tantangan ini mendorong anggota untuk mengeksplorasi berbagai genre dan penulis yang mungkin belum pernah mereka baca sebelumnya.

Diskusi Buku dan Klub Buku: GRI memiliki berbagai forum diskusi di mana anggota dapat berbagi pendapat dan ulasan tentang buku yang mereka baca. Diskusi ini mencakup berbagai genre, dari fiksi hingga non-fiksi, dan sering kali melibatkan penulis buku tersebut.

Kopdar dan Meet-Up: Selain aktivitas daring, GRI juga mengadakan pertemuan langsung antaranggota, seperti Kopdar Akbar dan perayaan ulang tahun komunitas. Kegiatan ini mempererat hubungan antaranggota dan memperluas jaringan literasi di berbagai daerah.

Anugerah Pembaca Indonesia (API): GRI menyelenggarakan penghargaan tahunan yang memberikan apresiasi kepada buku, penulis, dan desainer sampul terbaik pilihan pembaca. API memiliki dua kelompok besar, yaitu "Buku dan Penulis" serta "Desain Sampul", dengan berbagai kategori seperti Fiksi, Non-Fiksi, Komik/Novel Grafis, dan Puisi.

Salah satu kekuatan GRI adalah keterbukaannya terhadap siapa saja yang memiliki minat dalam dunia literasi. Komunitas ini terdiri dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, profesional, hingga penulis dan penerbit. Diskusi yang berlangsung di forum GRI mencakup berbagai topik, dari rekomendasi buku hingga isu-isu terkini dalam dunia penerbitan.

Anggota GRI juga aktif dalam berbagi pengalaman dan pengetahuan, seperti tips menulis, cara menerbitkan buku, hingga panduan membuat resensi yang menarik. Hal ini menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan literasi dan kreativitas di kalangan anggotanya.

Dalam upayanya meningkatkan minat baca di Indonesia, GRI tidak hanya fokus pada anggotanya saja, tetapi juga berusaha menjangkau masyarakat luas. Melalui media sosial dan platform daring lainnya, GRI membagikan rekomendasi buku, kutipan inspiratif, dan informasi tentang diskon atau giveaway buku.

Selain itu, GRI juga mendorong anggotanya untuk menggunakan aplikasi seperti Goodreads untuk melacak buku yang telah dibaca, membuat target membaca, dan berinteraksi dengan komunitas pembaca lainnya. Langkah ini membantu menciptakan budaya membaca yang lebih terstruktur dan menyenangkan.

Goodreads Indonesia telah membuktikan bahwa komunitas daring dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan literasi dan budaya membaca. Dengan berbagai program dan kegiatan yang melibatkan anggotanya secara aktif, GRI berhasil menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan minat baca dan menulis di Indonesia.

Bagi siapa saja yang ingin bergabung dan menjadi bagian dari komunitas ini, GRI membuka pintunya lebar-lebar. Dengan semangat kolaborasi dan kecintaan terhadap buku, GRI terus melangkah maju dalam misinya menjadikan membaca sebagai aktivitas yang menyenangkan dan bermakna bagi semua.

Sunday, May 4, 2025

Pemprov DKI Perpanjang Jam Operasional Perpustakaan hingga Malam

 

Gubernur Jakarta Pramono Anung saat ditemui di acara Halal Bihalal PWNU di Masjid Al Awwabin, Jakarta Selatan pada Minggu (27/4/2025).(Kompas.com/Hanifah Salsabila)

Jakarta — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berencana memperpanjang jam operasional perpustakaan dan museum di wilayah ibu kota hingga malam hari. Kebijakan ini merupakan bagian dari program 100 hari kerja Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, untuk meningkatkan akses literasi dan pendidikan bagi masyarakat.

Saat ini, mayoritas perpustakaan di bawah naungan Pemprov DKI hanya beroperasi hingga pukul 16.00 WIB. Pramono menilai jam operasional tersebut terlalu singkat dan tidak memberikan ruang bagi warga yang baru bisa datang setelah selesai bekerja atau beraktivitas di siang hari.

"Perpustakaan akan kami buka sampai malam, mungkin jam 10 atau jam 11 malam. Ini bagian dari memberikan akses pendidikan kepada anak-anak dan masyarakat yang membutuhkan," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (2/5/2025), dikutip dari Kompas TV.

Salah satu perpustakaan yang akan menerapkan kebijakan ini lebih awal adalah Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang berlokasi di Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat. Menurut Pramono, perpustakaan tersebut akan menjadi proyek percontohan sebelum kebijakan diperluas ke seluruh fasilitas perpustakaan dan museum di Jakarta.

"Kita akan mulai dari HB Jassin, menurut saya itu segera, lalu diteruskan ke tempat lain," katanya.

Pramono juga menekankan bahwa kebijakan ini akan diimbangi dengan peningkatan kualitas fasilitas, termasuk pencahayaan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung. Pemerintah juga tengah mengkaji sumber pendanaan, termasuk dari APBD dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses perpustakaan pada jam kerja reguler. Di sisi lain, beberapa warga berharap pemerintah juga memperhatikan perawatan fasilitas agar tetap layak digunakan hingga malam hari.

Kebijakan ini disambut positif oleh masyarakat. Banyak warga menilai langkah tersebut dapat menjadi solusi bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu untuk mengakses perpustakaan pada jam kerja reguler. Di sisi lain, masyarakat juga berharap pemerintah memperhatikan kesiapan fasilitas penunjang. Mereka menginginkan penerangan yang memadai, kehadiran petugas, serta kenyamanan yang tetap terjaga meski operasional berlangsung hingga malam hari.

Dengan perpanjangan jam operasional ini, Pemprov DKI berharap dapat meningkatkan minat baca dan memperluas kesempatan belajar sepanjang hari bagi seluruh lapisan masyarakat Jakarta.

Bacaan Wajib Generasi Z untuk Masa Depan yang Cerah

  Membaca merupakan salah satu cara terbaik bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, memperkaya pemikiran, dan menemukan inspirasi dalam...