Sunday, May 18, 2025

Perjalanan Erisca Febriani dari Wattpad ke Layar Lebar

 

Industri literasi Indonesia telah mengalami banyak perubahan dalam beberapa tahun terakhir, terutama dengan munculnya penulis-penulis muda berbakat yang membawa warna baru dalam dunia kepenulisan. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Erisca Febriani, seorang penulis asal Lampung yang berhasil mengubah tren literasi digital menjadi fenomena di dunia penerbitan dan perfilman.

Erisca Febriani lahir pada 25 Maret 1998 di Lampung, Indonesia. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan ketertarikannya pada dunia tulis-menulis. Namun, perjalanan menuju kesuksesan tidak selalu mulus. Ia mulai menulis sejak duduk di bangku SMP, menggunakan media sosial seperti Facebook untuk membagikan cerita-ceritanya. Inspirasi awalnya datang dari kecintaannya terhadap Justin Bieber, yang mendorongnya untuk menulis cerita fiksi penggemar.

Saat memasuki SMA, Erisca semakin serius dalam menulis dan mulai mempublikasikan karyanya di Wattpad, sebuah platform digital yang memungkinkan penulis berbagi cerita dengan pembaca secara luas. Salah satu karyanya yang berjudul Dear Nathan menjadi viral dan mendapatkan banyak perhatian dari pembaca remaja.

Kesuksesan Dear Nathan tidak hanya terbatas pada Wattpad. Novel ini kemudian diterbitkan secara resmi dan berhasil terjual lebih dari 100.000 eksemplar, menjadikannya salah satu buku best seller di Indonesia. Popularitasnya yang luar biasa menarik perhatian Rapi Films, yang kemudian mengadaptasi novel tersebut menjadi sebuah film layar lebar dengan judul yang sama. Film Dear Nathan sukses besar, meraih lebih dari 700 ribu penonton di bioskop.

Tak berhenti di situ, sekuel dari Dear Nathan, yaitu Hello Salma, juga mendapatkan sambutan hangat dari pembaca dan penonton. Film ini bahkan berhasil menarik lebih dari 800 ribu penonton, membuktikan bahwa kisah yang ditulis oleh Erisca memiliki daya tarik yang kuat bagi generasi muda.

Kesuksesan Erisca Febriani tidak hanya mengukuhkan namanya sebagai penulis berbakat, tetapi juga mengubah tren literasi di Indonesia. Novel-novel yang awalnya hanya tersedia di platform digital seperti Wattpad mulai dilirik oleh penerbit besar dan rumah produksi film. Fenomena ini membuka peluang bagi banyak penulis muda lainnya untuk berkarya dan mendapatkan pengakuan lebih luas.

Selain Dear Nathan, Erisca juga menulis berbagai novel lain yang sukses, seperti Serendipity, Kisah untuk Geri, Kisah untuk Dinda, Dear Nathan: Thank You Salma, Di Bawah Umur, dan Pancarona. Beberapa di antaranya bahkan diadaptasi menjadi web series, yang semakin memperluas jangkauan karyanya di dunia hiburan.

Meskipun telah menelurkan banyak novel best-seller dan sukses diadaptasi ke berbagai media, Erisca tetap memiliki pandangan unik tentang dunia kepenulisan. Ia tidak ingin menjadikan menulis sebagai pekerjaan utama, karena baginya menulis adalah cara untuk menghibur diri dan berimajinasi bebas tanpa harus terbebani oleh teori sastra. Hal ini juga menjadi alasan mengapa ia memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan di jurusan sastra, melainkan mengambil studi di bidang Agroteknologi di Universitas Lampung, dan saat ini sedang melanjutkan pendidikan S2 di Institut Pertanian Bogor.

Erisca Febriani adalah contoh nyata bagaimana seorang penulis muda dapat mengubah industri literasi dengan kreativitas dan ketekunan. Dari seorang remaja yang menulis di media sosial hingga menjadi penulis best-seller dengan karya yang diadaptasi ke layar lebar, perjalanan Erisca adalah inspirasi bagi banyak orang. Dengan terus berkarya dan menghadirkan cerita-cerita yang dekat dengan kehidupan remaja, ia telah membuktikan bahwa dunia literasi Indonesia memiliki masa depan yang cerah.

Bacaan Wajib Generasi Z untuk Masa Depan yang Cerah

  Membaca merupakan salah satu cara terbaik bagi generasi muda untuk memperluas wawasan, memperkaya pemikiran, dan menemukan inspirasi dalam...